Stimulasi Otak – Mengoptimalkan Kecerdasan Anak

Standar

Seorang bayi ternyata adalah jenius kecil yang tak pernah kita kira. Asalkan kita tahu bagaimana memberikan pendidikan dini kepada bayi kita. Karena orang tua adalah guru satu-satunya bagi seorang bayi dalam tahun-tahun pertamanya. Berdasarkan penelitian para ahli neurologi, perkembangan otak anak usia 6 tahun mencapai 9/10 otak orang dewasa. Ini berarti anak dengan usia 0-10 tahun, memiliki penyerapan informasi dan kemampuan belajar yang sangat luar biasa.

Namun kemampuan anak yang luar biasa ini tidak akan muncul, bila kita tidak merangsang sel-sel saraf otaknya sejak dini secara terus menerus. Stimulasi yang terus-menerus memungkinkan sel otak membangun sambungan antar sel (sinap) yang berperan pada kemampuan proses belajar dan kecerdasan anak.

Semakin banyak sinap, semakin tinggi kecerdasan intelektual anak. Semakin sering pula sinap-sinap ini digunakan secara berulang-ulang, sambungannya akan semakin kuat. Saat anak beranjak dewasa, sambungan-sambungan yang tidak digunakan akan hancur dengan sendirinya.

Untuk menstimulasi sel-sel otak membangun sinap-sinapnya, orang tua perlu membacakan buku kepada bayi sejak ia masih berusia nol tahun. Bahkan orang tua juga sudah bisa mengajarkan bayinya membaca. Mengajar membaca dan menanamkan kegemaran membaca bagi anak tidak mengenal kata terlalu dini.

Tujuan utama dari pendidikan membaca ini untuk merangsang sel-sel syaraf otak bayi agar berkembang pesat demi memanfaatkan tahun-tahun pertama kehidupannya. Di samping itu, membaca juga dapat merangsang keingintahuan, kemampuan dan menanamkan kecintaan belajar pada anak.

Tahukah Anda bahwa tiga tahun pertama sejak lahir merupakan periode dimana miliaran sel Glial terus bertambah untuk memupuk neuron. Sel-sel syaraf ini dapat membentuk ribuan sambungan antar neuron disebut dendrite berbentuk mirip sarang laba-laba dan axon yang berbentuk memanjang. Sebagai catatan, anak-anak kita dilahirkan dengan 10 miliar neuron (sel syaraf) di otaknya. [dikutip dari website DepKes RI: http://www.depkes .co.id/bayi/otak]

Bukan tentang jumlah neuron dalam kepala si kecil yang ingin kami garis bawahi, namun tentang fakta bahwa tiga tahun pertama perkembangan si kecil merupakan masa-masa emas dalam pembentukan otak cerdasnya. Karena otak, tumbuh dengan sangat pesat dan akan mencapai 70-80% pada 3 TAHUN PERTAMA kehidupan si kecil. Memberi rangsangan secaa tepat pada otak si kecil pada masa tersebut akan membantu si kecil mempertahankan sambungan neuron yang telah terbentuk saat proses eliminasi terjadi diusia 11 tahun.

Meski demikian, para orang tua tidak dapat secara sembarangan memberikan rangsangan dimasa tiga tahun pertama tersebut, karena mereka menyerap apa saja yang dilihat, didengar, dicium, dirasa dan disentuh dari lingkungan mereka. “Kemampuan otak merena untuk memilah atau menyaring pengalaman rasa tidak menyenangkan dan berbahaya belum berkembang.” papar dr. Susan, salah seorang nara sumber untuk website Departemen Kesehatan RI.

Hal inilah yang mendasari PT. Tigaraksa Satria dalam memenuhi kebutuhan akan pendidikan, dimana program tersebut telah dirancang khusus menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan si kecil. Program ini misalnya tidak memberikan beban pada si kecil untuk belajar. Namun lewat interaksi yang menyenangkan antara orang tua dan anak, dengan menggunakan kartu-kartu belajar yang menarik, anak-anak secara tanpa sadar belajar dengan gembira layaknya bermain dan orang tua dapat memastikan tiga tahun ke-emasan si kecil dapat mengantarkannya pada kesuksesan emas di masa depan.

Sumber :

http://www.tigaraksa-educationalproducts.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s