Bahasa Indonesia

Standar

TUGAS 3

Ketepatan Dalam Memilih Kata Diksi

1. Dapat Membedakan antara denotasi dan Konotasi

Contoh : Bunga Mawar dengan Bunga Bank

2. Dapat Membedakan kata-kata yang hampir bersinonim

Contoh : Pengubah dengan Peubah

3. Dapat Membedakan kata-kata yang hampir mirip ejaannya

Contoh : Intensif – insetif , Preposisi – proposisi

4. Dapat memahami dengan tepat makna kata-kata abstrak

C0ntoh : Kebijakan , kebajikan dan kebijaksanaan

5. Dapat memakai kata penghubung yang berpasangan secara tepat.

Contoh :

  • Antara…Dan…
  • Tidak…Tetapi…

5. Dapat membedakan kata-kata umum dan kata-kata khusus

Contoh :

  • Kata umum : melihat
  • Kata khusus : melirik , melotot

Kesesuaian Dalam Memilih Kata Diksi

1. Nilai-nilai Sosial

Dalam memilih kata-kata, penulis perlu memperhatikan nilai-nilai (nilai sosial) yang berlaku dalam masyarakat pembaca. Penulis perlu memperhatikan apakah ada kata tabu, atau kata-kata yang mempunyai konotasi lain yang berkaitan dengan persoalan sopan santun atau kepercayaan mereka . Contoh : wafat-mati; isteri-bini; putera-anak; saudara-kamu .

2. Kata Baku dan Nonbaku

Bahasa baku (standar) adalah jenis bahasa yang digunakan oleh kelas terpelajar di dalam masyarakat. Kata baku digunakan dalam tulisan-tulisan formal: peraturan pemerintah, undang-undang, surat dinas, buku teks, berbagai makalah ilmiah, dsb. Contoh : kata baku-nonbaku: tidak-enggak, berkata-ngomong, membuat-bikin, mengapa-ngapain, beri-kasi, memikirkan-mikirin.

3. Sasaran Penulisan

Sasaran dari tulisan adalah kelompok masyarakat kepada siapa tulisan tersebut ditujukan. Sasaran tulisan ini akan menentukan ragam bahasa, kalimat, serta kata-kata yang digunakan.

TUGAS 4

PERSYARATAN PARAGRAF YANG BAIK

1. Kepaduan Paragraf

Setiap paragraf haruslah merupakan kumpulan kalimat yang saling berhubungan secara padu, tidak berdiri sendiri atau terlepas satu sama lain. Setiap kalimatnya mempunyai hubungan timbal balik serta secara bersama-sama membahas satu gagasan utama.

2. Kesatuan Paragraf

Selain kepaduan, persyaratan yang baik adalah kesatuan. Kesatuan adalah tiap paragraf hanya mengandung satu pokok pikiran yang diwujudkan dalam kalimat utama. Kalimat utama yang di awal paragraf (deduktif), kalimat utama yang di akhir paragraf (induktif). Ciri-cirinya yaitu kalimat utama dapat dibuat lengkap dan berdiri sendiri tanpa memerlukan kata penghubung, baik kata penghubung antarkalimat maupun intrakalimat.

3. Kelengkapan Paragraf

Sebuah paragraf dapat dikatakan lengkap apabila di dalamnya terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk menunjuk pokok pikiran atau kalimat utama. Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu berisi penjelasan berupa rincian, keterangan , contoh, dan lain-lain. Kelengkapan paragraf berhubungan dengan cara mengembangkan paragraf. Paragraf dapat dikembangkan dengan cara, pertentangan, perbandingan, analogi, contoh, sebab akibat, definisi, dan klasifikasi.

Contoh Paragraf Yang mempunyai ketiga unsur tersebut

Solo merupakan kota yang dijuluki kota batik. Hampir semua orang mengenal batik. Bahkan Presiden Afrika selatan, Nelson Mandela pun sangat suka memakai batik. Batik banyak ditemukan di kota ini. Dari produk rumahan sampai produk pabrik terkenal. Motif batik ini sangat beragam, ada udan liris, kawung, sidomukti, parang kembang, parang klitik dan banyak lagi. Jika anda menginginkan batik, datang saja kekota ini. Anda dapat langsung menuju pasar klewer, pusat penjualan batik yang terkenal itu

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s