B. INDONESIA

Standar

TUGAS 1

MENUMBUHKAN SIKAP BERBAHASA INDONESIA YANG POSITIF TERHADAP BAHASA INDONESIA BAGI MAHASISWA

Di dalam ruang lingkup kemahasiswaan dibutuhkan komunikasi yang baik dalam berinteraksi antar sesama dan dalam komunikasi tersebut digunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mahasiswa dapat belajar sikap bertutur kata dalam bahasa yang baik dalam kegiatan belajar dan mengajar. Mahasiswa yang seharusnya sebagai generasi penerus bangsa Indonesia dididik agar menggunakan bahasa Indonesia tidak hanya digunakan secara formal di kampus namun juga digunakan sebagai bahasa pergaulan.
Sebenarnya bagaimana sih cara menumbuhkan sikap berbahasa Indonesia yang positip bagi kalangan mahasiswa?
Keinginan berbahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan dikalangan mahasiswa sebenarnya dapat dilakukan selama ada motivasi.
Motivasi dapat timbul dari dalam individu dan dapat pula timbul akibat pengaruh, dari dalam dan dari luar dirinya. Hal ini akan di uraikan sebagai berikut:
 Motivasi Intrinsik.
Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan dari orang lain, tetapi atas kemauan sendiri. Misalnya anak mau belajar karena ingin memperoleh ilmu pengetahuan dan ingin menjadi orang berguna bagi nusa, bangsa, dan negara. Oleh krena itu, ia rajin belajar tanpa ada suruhan dari orang lain.
 Motivasi Ekstrinsik
Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Misalnya anak mau belajar karena di suruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya.

Dalam bahasa sehari-hari motivasi dinyatakan dengan: hasrat, keinginan, maksud, tekad, kehendak, cita-cita, keharusan, kesediaan, dan sebagainya.

Lalu… bagaimana cara motivasi itu tumbuh dikalangan mahasiswa?

Pengetahuan tentang timbulnya motivasi belajar serta hambatan belajar dipertimbangkan dua hal berikut ini:
a. Penyebab utama timbulnya pengukuhan positif maupun negatif, atau dengan
perkataan lain pengalaman berhasil atau gagal bukanlah pada suatu fenomena alam yang misterius, melainkan pada pengajar.
b. Perkiraan akan gagal dan hambatan belajar di peroleh dalam proses interaksi sosial yang buruk kondisinya. Karena itu umumnya dapat dilenyapkan lagi dengan mengadakan kondisi belajar yang baik.

Dengan lain perkataan, pengajar dapat sangat mempengaruhi perkembangan motivasi dengan jalan membentuk corak pengajarannya secara selaras serta melalui bentuk-bentuk perilaku tertentu dalam interaksi yang berlangsung antara dirinya dan pengajar. Dengan begitu timbul pertanyaan, Bagaimanakah seharusnya sikap pengajar agar mendorong timbulnya motivasi belajar. Untuk menjawabnya, diperhatikan berbagai aspek :
– Perilaku yang memperkukuh perilaku belajar,
– ”Teknik-teknik motivasi’’ khusus untuk pengajar,
– Gaya interaksi sosial dalam proses mengajar dan belajar pada umumnya.

TUGAS 2

1. Pengertian Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran, dan bagaimana menghubungkan serta memisahkan lambang-lambang. Secara teknis, ejaan adalah aturan penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan penulisan tanda baca.

2. Ruang lingkup EYD mencakupi lima aspek, yaitu :

 Pemakaian huruf membicarakan masalah yang mendasar dari suatu bahasa, yaitu :
– abjad
– vokal
– konsonan
– pemenggalan
– nama diri

 Penulisan huruf membicarakan beberapa perubahan huruf dari ejaan sebelumnya yang meliputi :
– huruf kapital
– huruf miring

 Penulisan kata membicarakan bidang morfologi dengan segala bentuk dan jenisnya berupa :
– kata dasar
– kata turunan
– kata ulang
– gabungan kata
– kata ganti kau, ku, mu, dan nya
– kata depan di, ke, dan dari
– kata sandang si, dan sang
– partikel
– singkatan dan akronim
– angka dan lambang bilangan.

 Penulisan unsur serapan membicarakan kaidah cara penulisan unsur serapan, terutama kosakata yang berasal dari bahasa asing.

 Pemakaian tanda baca (pugtuasi)membicarakan teknik penerapan kelima belas tanda baca dalam penulisan. Tanda baca itu adalah :
– Tanda titik (.)
– Tanda koma (,)
– Tanda titik koma (;)
– Tanda titik dua (:)
– Tanda hubung (-)
– Tanda pisah (–)
– Tanda elipsis (…)
– Tanda tanya (?)
– Tanda seru (!)
– Tanda kurung ((…))
– Tanda kurung siku ([ ])
– Tanda petik ganda (“…”)
– Tanda petik tunggal (‘…’)
– Tanda garis miring (/)
– Tanda penyingkat (‘)

3. Perlukah sebuah bahasa memiliki ejaan ? Mengapa ?

Perlu, sebab ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai demi keteraturan dan keseragaman bentuk yang akan berimplikasi pada ketepatan dan kejelasan makna. Ibarat dalam berkendaraan di jalan raya, ejaan adalah rambu-rambu lalu lintas yang harus dipatuhi oleh setiap pengemudi. Jika par pengemudi tersebut mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada maka terciptalah lalu lintas yang tertib dan teratur.

4. Apa peranan ejaan bagi ragam tulisan ?

 Sebagai sumber referensi atau rujukan bagi banyak orang dalam menulis.
 Mencegah terjadinya multi penafsiran pada tiap-tiap orang yang membaca karena telah terpenuhinya aspek-aspek berikut ini :
a) Pemilihan kosa kata dilakukan secara tepat.
b) Pembentukan kata dilakukan secara sempurna.
c) Kalimat yang dibentuk dengan struktur yang lengkap.
d) Paragraf dikembangkan secara lengkap dan terpadu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s